Saturday, September 3, 2016

Tenunan Sutera Aceh: Mahakarya yang Pernah Mendunia

Hingga permulaan abad ke 16 dan 17, Pidie telah dikenal luas sebagai sentra penghasil sutera bermutu tinggi. Hasil sutera dari Pidie bahkan diekspor hingga ke India.

Sebuah foto yang dipublikasikan Museum Digital KTLIV menunjukkan kegiatan seorang penenun. Gambar diambil di suatu kawasan di Aceh Besar.
 
Pada saat kedatangan tentara Belanda dan Perancis sekitar seabad kemudian, pendatang dari Belanda dan Perancis yang berkunjung menemukan di Pidie terdapat kain sutera yang terkenal hingga ke seluruh Sumatera. Sutera hasil produksi Aceh dianggap bermutu tinggi sehingga bernilai lebih mahal daripada sutera serupa yang diimpor dari India.

Friday, September 2, 2016

Vote Aceh di Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016

Vote Aceh di Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016

Kompetisi ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia, dan pemenangnya akan diusulkan menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang kompetisi pariwisata halal internasional World Halal Travel Award (WHTA).

Vote! ACEH untuk kategori berikut ini:
1. Kategori Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik > Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Aceh

2. Kategori Hotel Keluarga Ramah Wisatawan Muslim Terbaik > Hermes Palace Hotel (Banda Aceh, Aceh)

10. Destinasi Budaya Ramah Wisatawan Muslim Terbaik > Aceh (Nanggroe Aceh Darussalam)

14. Kategori Daya Tarik Wisata Terbaik > Masjid Raya Baiturrahman Aceh (Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam)

Ingat kategori 1, 2, 10, 14 untuk pemenangan Aceh lewat laman:
http://bit.ly/voteaceh
halaltourism.id

Mari bersama dukung Aceh sebagai The World's Best Halal Cultural Destination 2016 dan semoga semangat ini menjadi pesan dalam menebar semangat Rahmatan lil'alamin untuk pariwisata Indonesia yang lebih maju. Mari berpartisipasi!

www.disbudpar.acehprov.go.id | www.acehtourism.travel



Monday, August 29, 2016

Semarakkan Aceh International Rapai Festival 2016

Aceh International Rapai Festival 2016 diselenggarakan di sejumlah tempat di Banda Aceh pada 26 s.d. 30 Agustus 2016. Alat musik perkusi khas Aceh ini akan ditampilkan dalam seminar percussion clinic serta beragam jenis permainan rapai dalam art performance. Penampilan kesenian tersebut juga dipadukan dengan penampilan kesenian Nusantara dan Mancanegara.

Tim kesenian dari lima negara terlibat dalam gelaran festival tersebut. Turut dijadwalkan Rapai Tour di mana iring-iringan penabuh Rapai akan melalui rute Banda Aceh dan Aceh Besar. Malam puncak Aceh International Rapai akan digelar dengan menampilkan sejumlah musisi antara lain Rafli (seniman musik etnik Aceh), Mustapha Daood (musisi Debu), musisi jazz Tompi, drummer Gilang Ramadhan, Steve Thornton dan Moritza.

Jadwal lengkap gelaran Aceh International Rapai Festival 2016 dapat dilihat di http://www.acehrapaifest.com